4.08.14.

“ I’m really tired, dear God. I just need to take care of me. Me, me, me, and me. It seems like I don’t own me. I need me, the one and only me. ”

0

4.08.14.

Manja

Ia bukan anak manja. Setidaknya dahulu ia demikian. Ia seharusnya terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah. Meski hanya sekedar. Namun sekarang ia tidak demikian. Ia tidak seperti yang dahulu. Ia menjadi lebih manja di rantauan. Salah siapa? Salah mereka yang memintanya untuk diam di rumah.

0

3.24.14.

Mimpi di Tumpek Landep

Mimpinya seru. Seru sekali. Mimpi terbang adalah favoritku.

Setting di rumah:

Bapak dari dalam mobil favoritnya: “Hayuk sembahyang dulu ke tempat fitness”
Me: “Okay”.

Berangkatlah kami.

Lalu setting berganti tempat setelah menempuh perjalanan.

Setting: di ketinggian tertentu, seperti di atas awan.

Aku melihat dua buah lubang yg tertutup awan tebal kelabu yang dikatakan bahwa itu jalan pulang ke Singaraja. Namun melihat betapa tingginya, pekat awannya, serta harus terjun kesana, aku menoleh ke arah lain.

Di arah lain terdapat jalan beraspal. Aku kemudian mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sangat tinggi. Di perjalanan aku melihat temanku, aku mendahuluinya. Aku terus melaju kencang. Meski beberapa jalan tampak berlubang, aku bak pembalap profesional mampu berkelit dari lubang-lubang itu.

Kemudian tiba-tiba setting berganti lagi.

Tiba-tiba aku melayang. Aku terbang. Bukan terbang yang tanpa daya. Namun aku mampu menjadi seperti seekor burung. Terbang kesana-kemari, berbelok arah, bahkan mendekati daratan dan naik lagi.

Saat terbang aku melihat beberapa orang di daratan. Aku melihat semuanya. Ada yang sedang melalukan kebaikan. Kebanyakan demikian. Lalu aku melihat seseorang yang aku tahu dia akan melakukan kejahatan. Aku ingin menghentikannya. Namun, ketika aku dekat orang itu, aku tidak bisa menyentuhnya, tidak bisa menggagalkannya. Lalu aku terbang menjauh lagi.

Aku pun terbangun.

Aku pun berpikir. Mungkin ‘mereka’ yang di atas sana tidak mampu menghentikan kita yang hendak berbuat salah. Berbuat salah semua dibawah kendali kita. They are watching us.


- Asti-

btw, tafsir mimpi ini apa ya? :)

0

3.22.14.

Miskin

Ya. Miskin. Dimanapun kehidupan dimulai dari nol. Lalu apa bedanya disana dam disini?

Ya. Miskin. Dimanapun kehidupan dimulai memiliki takdir. Lalu apa bedanya memiliki mimpi dan tidak?

Ya. Miskin. Dimanapun lahir akan tetap memulai dengan miskin. Mengapa? Karena aku perempuan.


-ASTI-

0

3.22.14.

“ Lebih baik miskin di tanah rantau drpd miskin di tanah sendiri. ”

0